Bahan baku dasar kertas, tekstil, dan kain nonwoven biasanya adalah serat selulosa. Perbedaan antara ketiga produk tersebut terletak pada cara penggabungan serat-serat tersebut.
Tekstil, di mana serat-seratnya disatukan terutama oleh jalinan mekanis (misalnya tenun).
Kertas, di mana serat selulosa pada dasarnya diikat bersama oleh ikatan hidrogen kimia yang lemah.
Sebaliknya, kain nonwoven diikat bersama dengan satu atau lebih cara berikut:
-Agen pengikat kimia yang kuat. Misalnya, resin sintetis, lateks, atau pelarut.
Melelehkan serat yang berdekatan (pengikatan termal).
-Keterikatan mekanis acak antar filamen. Misalnya: pengikatan renda pemintalan (yaitu pengikatan hidro), penusukan jarum, atau pengikatan jahitan.
Bentuk produk kain non-woven jadi adalah sebagai berikut:
-penutup. Misalnya untuk popok.
-Geotekstil (geosintetik). Misalnya, untuk memperkuat tanggul tanah miring atau untuk mengalirkan air dalam teknik sipil.
-Kertas konstruksi. Misalnya: atap rangka kayu, kertas berpori (digunakan untuk membangun dinding), penutup lantai.
-Produk Tyvek. Contohnya, braket disket, amplop.
-barang lainnya. Misalnya: tisu basah; serbet; peralatan makan; kantong teh; lapisan pakaian; perawatan medis (misalnya gaun bedah, masker, topi, penutup sepatu, perban luka); filter (mobil, peralatan ventilasi, dll.); pemisah baterai; alas karpet; penyerap minyak.
Meskipun kain non-anyaman umumnya dianggap sebagai barang sekali pakai, pada kenyataannya, sebagian besar dari kain tersebut merupakan barang yang tahan lama.
Bagaimana cara menggunakan kain nonwoven?
Selain definisi yang sederhana, kain hasil rekayasa ini juga membuka dunia baru bagi semua jenis industri.
Bahan nonwoven dapat berupa kain sekali pakai dengan masa pakai terbatas atau kain yang sangat tahan lama. Kain nonwoven memiliki fungsi spesifik, seperti daya serap, daya tolak cairan, elastisitas, elastisitas, kelembutan, kekuatan, tahan api, mudah dicuci, bantalan, kemampuan penyaringan, penghalang bakteri, dan sterilitas. Karakteristik ini biasanya dikombinasikan untuk menciptakan kain yang sesuai untuk pekerjaan tertentu, sambil mencapai keseimbangan yang baik antara masa pakai produk dan biaya. Kain nonwoven dapat meniru tampilan, tekstur, dan kekuatan kain, dan dapat memiliki ketebalan yang sama dengan bahan pengisi yang paling tebal.
Berikut beberapa sifat yang dapat diperoleh dengan menggunakan kain nonwoven:
Penyerapan air, penghalang bakteri, bantalan, tahan api, anti air, elastisitas, kelembutan, peningkatan kekuatan, dan kemampuan dicuci.
Saat ini, inovasi kain nonwoven berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan, yang hampir memberikan kemungkinan tak terbatas bagi berbagai industri, termasuk:
Pertanian, penutup, lapisan pakaian, atap mobil, interior mobil, karpet, teknik sipil, kain, popok sekali pakai, amplop, tisu basah rumah tangga dan pribadi untuk kemasan rumah, produk sanitasi, label isolasi, produk cucian, produk medis steril.
Jika Anda ingin membeli produk ini atau membutuhkan detail lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi saya.
Email: Emilyhu@gdbeite.com
WhatsApp/WeChat: +86 18924648952
Emily Hu -- Manajer Penjualan
Kertas lap bebas debu Beite
Waktu posting: 15 November 2021












